Langsung ke konten utama

Label

MODUL CRUD PADA VISUAL COMMUNITY 2013 APLIKASI TOKO OBAT

 

Data Flow Diagram (DFD)

Sebelum membuat aplikasi, alangkah baiknya kita terlebih dahulu merancangang suatu Data Flow Diagram (DFD) agar dapat mempermudah dalam pembangunan aplikasi tersebut.

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.

DFD ini merupakan alat perancangan sistem  yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

Adapun untuk notasi-notasi pada DFD yang sering kita digunakan yaitu menurut Edward Yourdon dan Tom Demarco adalah sebagai berikut.

Tabel 2. 1 Notasi-notasi DFD menurut Edward Yourdon dan Tom Demarco

Notasi

Keterangan

 





Entitas luar (external entity) atau masukan (input) atau keluaran (output) atau orang yang memakai/berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan.

 

Catatan:

Nama yang digunakan pada masukan (input) atau keluaran (output) biasanya berupa kata benda.


Proses atau fungsi atau prosedur; pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang seharusnya menjadi fungsi atau prosedur di dalam kode program.

 

Catatan:

Nama yang diberikan pada sebuah proses biasanya berupa kata kerja.

File atau basis data atau penyimpanan (storage); pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi ilmiah yang harusnya dibuat menjadi tabel-tabel basis data yang dibutuhkan, tabel-tabel ini juga harus sesuai dengan perancangan tabel-tabel pada basis data (Entity Relationship Diagram (ERD), Conceptual Data Model (CDM), Physical Data Model (PDM).

 

Catatan:

Nama yang diberikan pada sebuah penyimpanan biasanya kata benda.

Aliran data; merupakan data yang dikirim antar proses, dari penyimpanan ke proses, atau dari proses ke masukan (input) atau keluaran(output).

 

Catatan;

Nama yang digunakan pada aliran data biasanya berupa kata benda, dapat diawali dengan kata data misalnya “data siswa” atau tanpa kata data misalnya “siswa”

 

2.2   CRUD VB .NET

CRUD merupakan singkatan dar Create, Read, Update, dan Delete. CRUD sudah banyak dipakai dikalangan pemrograman dimana dasar dalam membuat aplikasi berbasis database adalah dengan CRUD. Adapaun arti secara umum CRUD VB .NET adalah membuat form Input, Edit, dan Hapus data di dalam database menggunakan Visual Basic .NET.

1.       Create

Create merupakan proses pembuatan data baru. Data yang dimasukkan akan disimpan ke dalam database.

2.       Read

Read merupakan proses pengambilan data dari database. Proses ini biasanya terjadi ketika kita ingin melakukan proses login. Pada saat kita klik “Login”, maka kita akan diarahkan ke halaman awal, pada saat itulah proses Read berjalan.

3.       Update

Update merupakan proses mengubah data yang berada di dalam database.

4.       Delete

Delete merupakan proses untuk menghapus data yang ada di dalam database. Proses ini mirip dengan Update, hanya saja proses Delete ini akan mengubah data yang ada di database menjadi ‘tidak ada’.

2.3   MySQL Connector

MySQL merupakan salah satu teknologi yang paling dikenal dalam ekosistem big data modern. Sering disebut sebagai basis data paling populer saat ini. Dengan MySQL, bahkan mereka yang baru mengenal sistem relasional dapat segera membangun sistem penyimpanan data yang cepat, kuat, dan aman.

MySQL adalah sebuah Database Management System (DBMS) yang bersifat multiatur dan multipengguna, implementasi dari Sistem Manajemen Basis Data Relasional (RDBMS). MySQL dikembangkan oleh Oracle yang didasarkan pada bahasa query terstruktur (SQL). Database adalah kumpulan data yang terstruktur.

Adapun pada MySQL ini juga terdapat MySQL Connector, yang biasa disebut sebagai MySQL ODBC atau MyODBC. MySQL Connector merupakan driver untuk menghubungkan ke server database MySQL melalui antarmuka program aplikasi Open Database Connectivity (ODBC), yang artinya sarana standar untuk menghubungkan ke database apapun.

Fungsi dari MySQL Connector adalah sebagai sarana komunikasi antara program VB.Net (ataupun program jadinya yang kita buat dengan VB) dengan database MySQL sehingga data yang kita inputkan dari program VB.Net (program jadi) bisa tersimpan di database MySQL, begitupun sebaliknya ketika kita ingin mengambil data dari database dan menampilkannya, maka data tersebut bisa kita ambil melalui MySQL Connector.


3.1    Deskripsi Studi Kasus

Aplikasi Pendataan Obat pada Apotek Bunda Ningsih merupakan sebuah aplikasi untuk mengolah informasi yang diperlukan dalam suatu toko obat yang meliputi data obat, data jenis obat, data user, data level, dan data catatan. Maka dari itu dubatlah suatu rancangan database tokoobat dan perancangan suatu Data Flow Diagram (DFD). Aplikasi ini nantinya akan menggunakan proses input data, dan tampil data. Selain itu, aplikasi ini juga terdapat MySQL Connector yang merupakan driver untuk menghubungkan ke server database MySQL melalui antarmuka program aplikasi Open Database Connectivity (ODBC), yang artinya sarana standar untuk menghubungkan ke database apapun.

3.2    Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

1.       Laptop.

2.       Browser.

3.       Koneksi Internet.

4.       XAMPP (Apache dan MySQL)

5.       Command Prompt

6.       MySQL Connector

3.3    Koneksi Database dan Melakukan Login

3.3.1   MySQL Connector

1.     Pada praktikum ini kita memerlukan diver MySQL Connector versi .Net agar Visual Basic dapat terkoneksi dengan database MySQL, karena kita akan menggunakan database MySQL tersebut.

Gambar 3. 1 Mencari MySQL Connector Net melalui Google.com

2.     Sebelum itu, buka aplikasi Visual Studio Community terlebih dahulu untuk mengetahui framework dari VB.Net yang kita punya. Untuk mengetahui framework tersebut, kita buat projek baru terlebih dahulu menggunakan Templates: Visual Basic. Lalu Store Apps: Windows Dekstop. Kemudian pilih Windows Forms Application. Beri nama projek dengan nama Aplikasi Database lalu klik OK.

Gambar 3. 2 Membuat projek baru

3.     Maka akan otomatis akan muncul tampilan design baru untuk form seperti berikut.

Gambar 3. 3 Tampilan design baru untuk form

4.     Lalu pada menu PROJECT, pilih Aplikasi Database Properties.

Gambar 3. 4 Pilih Aplikasi Database Properties pada menu PROJECT

5.     Pada properti Aplikasi Database tersebut, terdapat beberapa properti. Terutama untuk Target framework. Target framewok pada Visual Studio ini adalah .NET Framework 4.5. Tetapi framework ini berbeda-beda tergantung versi dari Visual Studio.

Gambar 3. 5 Melihat versi framework dari Visual Studio

6.     Kemudian kita cari kembali MySQL Connector Net pada browser (Google.com), karena kita akan mendownload MySQL Connector tersebut. Pilih site yang paling atas.

Gambar 3. 6 Mencari MySQL Connector Net melalui browser (Google.com)

7.     Setelah dipilih, maka akan muncul tampilan seperti berikut. Lalu pilih menu Archives.

Gambar 3. 7 Pilih menu Archives

8.     Pada halaman ini kita akan memilih versi MySQL Connector. Perhatikan pada Product Version, kita pilih dengan versi 6.9.10. Artinya MySQL Connector Net 6.9.10 yang memiliki framework 4.5. setelah itu klik Download.

Gambar 3. 8 Memilih versi dan mendownload MySQL Connector

9.     Setelah terdownload maka akan muncul hasil download pada Windows Explorer.

Gambar 3. 9 Hasil download MySQL Connector

10.  Selanjutnya kita lakukan installasi pada MySQL Connector tersebut. Lakukan penginstallan dengan mengikuti langkah demi langkah proses installasi tersebut.

Gambar 3. 10 Installasi MySQL Connector Net

11.  Setelah selesai menginstall MySQL Connector, lihat hasilnya pada folder C:\Program Files (x86)\MySQL\MySQL Connector Net 6.9.10\Assemblies. Disana terdapat 2 versi framework. Untuk v4.0 digunakan pada framework 4.0, sedangkan v4.5 digunakan untuk framework 4.5.

Gambar 3. 11 Melihat versi framework

3.3.2   Studi Kasus Aplikasi Pendataan Obat pada Apotek Bunda Ningsih

Studi kasus yang digunakan yaitu Aplikasi Pendataan Obat pada Apotek Bunda Ningsih. Pada kasus ini terdapat 2 pengguna yaitu Admin dan Petugas.

1.     Pertama-tama buat database terlebih dahulu melalui localhost phpmyadmin, beri nama database dengan nama tokoobat, lalu klik Buat.

Gambar 3. 12 Membuat database baru

2.     Lalu buat tabel jenisobat dengan atribut-atribut seperti berikut. Tabel jenisobat ini digunakan untuk mendata apa saja jenis-jenis obat yang terdapat pada toko obat tersebut.

Gambar 3. 13 Membuat tabel jenisobat

3.     Buat tabel obat dengan atribut-atribut seperti berikut. Tabel obat ini digunakan untuk mendata apa saja obat-obat yang terdapat pada toko obat tersebut.

Gambar 3. 14 Membuat tabel obat

4.     Buat tabel level dengan atribut-atribut seperti berikut. Tabel level ini digunakan untuk mendata 2 pengguna yaitu Admin dan Petugas.

Gambar 3. 15 Membuat tabel level

5.     Buat tabel user dengan atribut-atribut seperti berikut. Tabel user ini digunakan untuk mendata siapa saja pengguna yang dapat menggunakan aplikasi tersebut.

Gambar 3. 16 Membuat tabel user

6.     Buat juga tabel catatan dengan atribut-atribut seperti berikut. Tabel catatan ini digunakan untuk mencatat semua aksi yang dilakukan oleh pengguna, seperti menambahkan data obat, mengubah data obat, atau menghapus data obat.

Gambar 3. 17 Membuat tabel catatan

7.     Sehingga Relasi Antar Tabel (RAT) dari aplikasi ini adalah sebagai berikut.

Gambar 3. 18 Relasi Antar Tabel (RAT) Studi Kasus

8.     Selanjutnya buka aplikasi XAMPP, aktifkan Apache dan MySQL. Karena disini kita akan melakukan pengisian data pada masing-masing tabel melalui Command Prompt sehingga harus menjalankan Apache dan MySQL agar dapat terhubung dengan database.

Gambar 3. 19 Aktifkan Apache dan MySQL

9.     Kemudian buka Command Prompt, lalu masukkan perintah \xampp\mysql\bin\mysql –u root –p untuk bisa masuk ke MariaDB/localhost.

Gambar 3. 20 Masuk ke localhost

10.  Kita bisa melihat beberapa database yang kita miliki dengan memasukkan perintah show databases;. Terutama database dengan nama tokoobat.

Gambar 3. 21 Melihat beberapa database

 

11.  Kemudian masuk ke database tokoobat dengan memasukkan perintah use tokoobat.

Gambar 3. 22 Masuk ke database tokoobat

12.  Lalu lihat tabel-tabel yang berada pada database tokoobat dengan memasukkan perintah show tables;.

Gambar 3. 23 Melihat tabel-tabel yang berada pada database obat

13.  Selanjutnya lakukan pengisian data-data pada tabel level berikut.

Gambar 3. 24 Pengisian data-data pada tabel level

14.  Kemudian lihat data-data yang sudah terisi tersebut pada tabel level.

Gambar 3. 25 Melihat data-data pada tabel level

15.  Pengisian data-data pada tabel user. Kemudian lihat data-data tersebut pada tabel user.

Gambar 3. 26 Pengisian data-data sekaligus melihat data-data pada tabel user

16.  Pengisian data-data pada tabel jenisobat. Kemudian lihat data-data tersebut pada tabel jenisobat.

Gambar 3. 27 Pengisian data-data sekaligus melihat data-data pada tabel jenisobat

17.  Pengisian data-data pada tabel obat. Kemudian lihat data-data tersebut pada tabel obat.

Gambar 3. 28 Pengisian data-data sekaligus melihat data-data pada tabel obat

18.  Disini kita akan menggunakan beberapa diagram DFD. Berikut ini adalah diagram konteks studi kasus.

Gambar 3. 29 Diagram Konteks Studi Kasus

19.  Diagram dekomposisi studi kasus.

Gambar 3. 30 Diagram dekomposisi studi kasus

20.  DFD level 1 studi kasus.

Gambar 3. 31 DFD level 1 studi kasus

21.  DFD level 2 proses 2 studi kasus.

Gambar 3. 32 DFD level 2 proses 2 studi kasus

22.  DFD level 2 proses 3 studi kasus.

Gambar 3. 33 DFD level 2 proses 3 studi kasus

23.  DFD level 2 proses 4 studi kasus.

Gambar 3. 34 DFD level 2 proses 4 studi kasus

24.  DFD level 2 proses 5 studi kasus.

Gambar 3. 35 DFD level 2 proses 5 studi kasus

25.  Selanjutnya kita memerlukan Module Koneksi agar dapat diakses oleh seluruh class di dalam aplikasi, karena Module Koneksi ini memuat variabel, procedure, dan function global sehingga sangat diperlukan dalam kepentingan koneksi aplikasi berdasarkan database yang dibangun. Untuk membuat Module Koneksi tersebut, cukup pilih menu PROJECT lalu klik Add Module.

Gambar 3. 36 Membuat Module Koneksi

26.  Maka akan muncul tampilan seperti berikut. Pada bagian ini akan otomatis terpilih Module karena sebelumnya kita sudah memilih pada menu PROJECT. Lalu beri nama koneksi.vb kemudian klik Add.

Gambar 3. 37 Memberi nama Module Koneksi

27.  Berikut adalah tampilan ketika Module Koneksi telah dibuat.

Gambar 3. 38 Tampilan ketika Module Koneksi telah dibuat

28.  Kemudian kita gunakan MySQL Connector agar dapat menghubungkan aplikasi yang dibangun dengan menggunakan database MySQL. Pilih PROJECT lalu klik Add Reference.

Gambar 3. 39 Memilih Add Reference pada menu PROJECT

29.  Lalu pada Assemblies pilih Extensions, cari MySql.Data. setelah menemukan MySql.Data tersebut, lihat versinya karena disana terdapat 2 MySql.Data. cara melihatnya dengan mengarahkan cursor ke tulisan MySql.Data tersebut. Untuk framework dari Visual Studio yang digunakan adalah 4.5, sehingga pilih MySql.Data dengan v4.5.

Gambar 3. 40 Menentukan MySql.Data sesuai dengan framework yang digunakan

30.  Setelah menentukan MySql.Data, kita beri centang pada MySql.Data yang kita pilih tersebut. Lalu klik OK.

Gambar 3. 41 Memberi centang pada MySql.Data

31.  Kembali pada Module Koneksi yang kita buat sebelumnya. Pada Module Koneksi ini, kita panggil namespace dari MySql.Data dengan menggunakan perintah Imports.

Gambar 3. 42 Memanggil namespace dari MySql.Data menggunakan perintah Imports

32.  Lalu deklarasikan variabel yang ingin kita gunakan agar dapat terkoneksi dengan database. Untuk pendeklarasiannya secara Public.

Gambar 3. 43 Pendeklarasian variabel

33.  Kemudian isikan nilai variabel conn dengan menggunakan alamat dari database yang digunakan, yaitu nama database nya adalah tokoobat yang berada pada server localhost.

Gambar 3. 44 Mengisi nilai variabel conn dengan alamat dari database

34.  Selanjutnya kita lakukan cek koneksi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa aplikasi yang akan dibangun telah terkoneksi dengan database yang digunakan. Pengecekkan koneksi ini dilakukan sebelum membangun aplikasi yang menggunakan database. Maka kita buat procedure global di Module Koneksi dengan nama CekKoneksi.

Gambar 3. 45 Membuat procedure global di Module Koneksi

35.  Tambahkan kode program untuk membuka dan menutup database dengan fungsi open() dan close(). Pada kode program ini kita juga menggunakan Handling Exception untuk menangani kesalahan yang dimana pada perintah open() dan close() cukup kita masukkan ke dalam try. Sehinggan apabila terjadi error, maka akan ditangani pada bagian catch.

Gambar 3. 46 Menambahkan kode program dengan fungsi open() dan close() serta Handling Exception

36.  Setelah itu kita double click Form1.vb [Design] untuk memunculkan method Form1_Load.

Gambar 3. 47 Memunculkan method Form1_Load

37.  Lalu kita panggil procedure CekKoneksi ketika aplikasi dijalankan.

Gambar 3. 48 Memanggil procedure CekKoneksi

38.  Sebelum menjalankan aplikasi tersebut, pastikan Apache dan MySQL pada XAMPP sudah diaktifkan agar aplikasi dapat berjalan dan terhubung dengan database.

Gambar 3. 49 Mengaktifkan Apache dan MySQL

39.  Selanjutnya jalankan aplikasi. Pada gambar dibawah ini terdapat bahwa Koneksi Berhasil, yang artinya aplikasi tersebut berhasil dijalankan dan sudah bisa terhubung ke database.

Gambar 3. 50 Menjalankan aplikasi

40.  Setelah aplikasi berhasil dijalankan dan koneksi sudah berhasil, kita tutup pemanggilan procedure CekKoneksi dengan menjadikan komentar pada method Form1_Load tersebut. Untuk menjadikan komentar, cukup meletakkan tanda petik satu di depan sintaks yang ingin dijadikan komentar. Ini berlaku pada VB.Net.

Gambar 3. 51 Menutup pemanggilan procedure CekKoneksi dengan menjadikan komentar

41.  Langkah selanjutnya yaitu kita membuat proses login pada halaman login. Artinya semua user harus melakukan login terlebih dahulu pada aplikasi ini. Gunakan Form1 untuk menjadikannya sebagai halaman login. Kemudian atur dengan meletakkan objek-objek kontrol di dalam form tersebut seperti berikut.

Gambar 3. 52 Meletakkan objek-objek kontrol pada form

42.  Lalu atur properti-properti dari objek kontrol pada gambar di atas berdasarkan dengan tabel berikut ini.

Tabel 3. 1 Mengatur properties pada form login

Object

Properties

Nilai

Form1

Text

Halaman Login

Label1

Text

Username

Label2

Text

Password

TextBox1

Name

txtUser

TextBox2

Name

txtPass

UseSystemPasswordChar

True

Button1

Name

btnLogin

Text

&Login

 

Sehingga tampilannya menjadi seperti berikut.

Gambar 3. 53 Tampilan halaman login

43.  Kemudian tambahkan 1 Module lalu beri nama dengan proses.vb. Module proses ini digunakan untuk menyimpan procedure dan function. Selain itu, juga digunakan untuk menyimpan beberapa variabel yang diperlukan secara global seperti iduser dan level.

Gambar 3. 54 Menambahkan 1 Module proses

44.  Deklarasikan variabel iduser dan level pada Module proses.

Gambar 3. 55 Deklarasi variabel iduser dan level

45.  Lalu membuat halaman Master Menu yang digunakan sebagai referensi bagi halaman-halaman lainnya. Halaman Master Menu ini dibuat agar memudahkan dalam mengatur menu untuk setiap halaman yang akan dibuat. Untuk membuat halaman Master Menu tersebut, pilih menu PROJECT, klik Add Windows From.

Gambar 3. 56 Membuat halaman Master Menu

46.  Beri nama form tersebut dengan nama MasterMenu.vb.

Gambar 3. 57 Memberi nama halaman Master Menu

47.  Disini kita memerlukan objek kontrol dengan MenuStrip. Cukup cari pada bagian Toolbars. Lalu double click tulisan MenuStrip tersebut.

Gambar 3. 58 Mencari objek kontrol MenuStrip

48.  Maka MenuStrip akan muncul seperti berikut. Kemudian atur properties StartPosition dari MasterMenu menjadi CenterScreen. Lalu klik pada bagian panah kecil tersebut yang berada pada bagian pojok kanan atas form.

Gambar 3. 59 Menambahkan MenuStrip

49.  Disini kita mengatur posisi untuk menunya nanti untuk mengganti Dock menjadi Left dengan mengklik pada bagian kiri dari Dock, sehingga terganti menjadi Left.

Gambar 3. 60 Mengganti Dock menjadi Left

50.  Maka tampilan menunya seperti berikut, berada di bagian kiri.

Gambar 3. 61 Tampilan menu bagian kiri

51.  Selanjutnya atur warna dari MenuStrip tersebut, ganti properties dengan mengatur BackColor. Sehingga warna MenuStrip nya berubah seperti gambar dibawah.

Gambar 3. 62 Mengatur warna MenuStrip

52.  Lalu isikan menu-menunya pada bagian Type Here. Yang pertama isikan dengan tulisan Beranda.

Gambar 3. 63 Mengisi menu-menu

53.  Isikan lagi menu lainnya sehingga menjadi beberapa menu berikut.

Gambar 3. 64 Bagian menu-menu aplikasi

54.  Kemudian atur name dari tiap menu-menu tersebut sebagai berikut.

Tabel 3. 2 Mengatur properties pada beberapa menu

Tampilan Menu

Properties

Nilai

Beranda

Name

menuBeranda

Level

Name

menuLevel

Jenis

Name

menuJenis

Obat

Name

menuObat

Catatan

Name

menuCatatan

User

Name

menuUser

Logout

Name

menuLogout

 

Lalu atur lebar menu strip dengan mengubah nilainya menjadi False pada AutoSize, dan atur lebar MenuStrip1 secara manual. Sehingga MenuStrip menjadi seperti berikut.

Gambar 3. 65 Mengatur lebar MenuStrip

55.  Selanjutnya atur tampil tidaknya menu tersebut berdasarkan dengan level pengguna. Pada aplikasi ini, menurut DFD yang dibuat sebelumnya, Admin dapat mengakses semuanya. Sedangkan Petugas hanya dapat mengakses menu Beranda, menu Obat, menu User, dan menu Logout. Double click pada MasterMenu untuk memunculkan MasterMenu_Load.

Gambar 3. 66 Kode program MasterMenu_Load

56.  Tambahkan kode program pada MasterMenu_Load, disana ada 2 level yaitu admin dan petugas.

Gambar 3. 67 Kode program pada MasterMenu_Load

57.  Lalu tambahkan kode program untuk menu Logout dengan mengklik double pada menu Logout. Lalu tambahkan kode program berikut.

Gambar 3. 68 Kode program untuk menu logout

58.  Lakukan Build Solution agar MasterMenu dapat di inherited/diwariskan pada form lainnya dengan memilih menu BUILD kemudian pilih Build Solution.

Gambar 3. 69 Build Solution

59.  Selanjutnya kita buat halaman beranda dengan memanfaatkan inherited dari halaman MasterMenu. Buat terlebih dahulu halaman beranda dengan memilih menu PROJECT lalu pilih Add Windows Form.

Gambar 3. 70 Membuat halaman beranda

60.  Kemudian pilih Windows Forms lalu klik Inherited Form, lalu beri nama dengan formBeranda.vb. klik Add.

Gambar 3. 71 Memilih inherited dan memberi nama form

61.  Lalu pilih MasterMenu dan klik OK.

Gambar 3. 72 Memilih MasterMenu

62.  Maka tampilannya sama seperti MasterMenu sebelumnya.

Gambar 3. 73 Tampilan formBeranda dari MasterMenu

63.  Susun objek kontrol formBeranda seperti berikut.

Gambar 3. 74 Menyusun objek kontrol

64.  Lalu atur properties dari setiap objek kontrol tersebut berdasarkan tabel berikut.

Tabel 3. 3 Mengatur properties pada form beranda

Object

Properties

Nilai

Form

Text

Halaman Beranda

Label1

Text

Data Obat

DataGridView1

Name

DG

AutoSizeColumnsMode

AllCells

 

Sehingga setelah diatur menjadi seperti berikut.

Gambar 3. 75 Mengatur properties

65.  Selanjutnya kita gunakan DataAdapter dan function getResult(). DataAdapter digunakan agar data tersebut dapat diambil dari database dengan menggunakan suatu variabel global (Public). Agar variabel tersebut dapat ditampilkan, maka perlu dikonversi terlebih dahulu ke variabel lain dengan tipe data DataTable yang dimana pada DataTable ini, nilai dari DataAdapter diubah menjadi bentuk array sehingga dapat ditampilkan dalam DataGridView. Kemudian terdapat getResult() untuk membungkus semua tahapan tersebut yang nantinya akan dibangun di dalam Module Koneksi.

Gambar 3. 76 Menambahkan DataAdapter dan getResult()

66.  Disini kita akan membuat procedure Login(). Data login berupa username dan password yang diinputkan pengguna. Berikut kode program procedure global login pada Module proses.

Gambar 3. 77 Procedure Login()

67.  Lalu kita gunakan procedure Login() pada halaman login. Procedure Login() dipanggil ketika btnLogin di klik.

Gambar 3. 78 Memanggil procedure Login()

68.  Setelah itu jalankan aplikasi, maka tampilan awal adalah halaman login.

Gambar 3. 79 Halaman login

69.  Kita coba untuk memasukkan username dan password yang salah.

Gambar 3. 80 Memasukkan username dan password yang salah

70.  Maka terdapat keterangan seperti berikut.

Gambar 3. 81 Keterangan bahwa username dan password salah

71.  Selanjutnya memasukkan username dan password dari admin.

Gambar 3. 82 Memasukkan username dan password dari admin

72.  Maka terdapat keterangan seperti dibawah ini.

Gambar 3. 83 Keterangan Admin berhasil masuk

73.  Maka akan ditujukan pada halaman beranda untuk Admin.

Gambar 3. 84 Halaman beranda Admin

74.  Kemudian memasukkan username dan password dari Petugas.

Gambar 3. 85 Memasukkan username dan password dari Petugas

75.  Maka terdapat keterangan seperti berikut.

Gambar 3. 86 Keterangan bahwa Petugas berhasil masuk

76.  Maka akan ditujukan pada halaman beranda untuk Petugas.

Gambar 3. 87 Halaman beranda Petugas

3.4    Menampilkan Data

3.4.1   Tampil Obat

1.       Setelah user melakukan login baik Admin atau Petugas, maka akan diarahkan ke halaman beranda. Halaman beranda tersebut nantinya akan menampilkan data-data obat. Perhatikan pada DFD Level 2 Proses 5 yang merupakan proses KelolaObat.

Gambar 3. 88 DFD Level 2 Proses 5

2.     Lalu perlu kita deklarasikan function TampilObat pada Module proses.vb, tanpa parameter dan memiliki tipe data DataTable.

Gambar 3. 89 Deklarasi function TampilObat

3.     Setelah itu kita deklarasikan variabel-variabel yang ingin kita perlukan, seperti query dan variabel DataTable itu sendiri.

Gambar 3. 90 Deklarasi variabel query dan DataTable

4.     Deklarasi query tersebut bertujuan untuk menjoinkan tabel obat dan jenisobat, lalu menjadikan atribut yang tampil sesuai dengan yang diinginkan.

Gambar 3. 91 Deklarasi query untuk menjoinkan tabel obat dan jenisobat

5.     Query tersebut kemudian akan terhubung ke database dan dari database akan mendapatkan hasil query tersebut. Pada query SELECT kita menggunakan function getResult untuk mengambil data dari database berdasarkan dengan query yang terhubung, dan hasilnya akan disimpan sebagai dt yang merupakan nilai kembali pada function TampilObat.

Gambar 3. 92 Nilai dt yang menyimpan hasil nilai query

6.     Kemudian kita memanggil TampilObat pada formBeranda. Untuk menampilkan data obat, maka kita buat pada FormBeranda_Load. Lalu klik FormBeranda  dua kali untuk membangun method ini.

Gambar 3. 93 Kode program untuk menampilkan data obat

7.     Jalankan aplikasi. Berikut adalah halaman beranda ketika aplikasi dijalankan. Disana telah muncul beberapa data obat.

Gambar 3. 94 Halaman beranda beserta data obat yang ditampilkan

3.4.2   Tampil Level

1.     Pada aplikasi ini juga terdapat menu Level. Sehingga apabila menu Level di klik, maka akan muncul tampil level. Proses tampil level ini hanya Admin yang dapat mengelola. Maka dari itu kita buat terlebih dahulu formLevel menggunakan Inhetited Form, sama dengan saat kita membuat formBeranda.

Gambar 3. 95 Membuat formLevel

2.     Pilih MasterMenu. Klik OK.

Gambar 3. 96 Memilih MasterMenu

3.     Selanjutnya kita susun objek-objek kontrol pada formLevel sebagai berikut.

Gambar 3. 97 Menyusun objek-objek kontrol

4.     Lalu atur properties berdasarkan tabel berikut.

Tabel 3. 4 Mengatur properties form level

Object

Properties

Nilai

formLevel

Text

Halaman Level

Label1

Text

Level

DataGridView1

Name

DG

AutoSizeColumns

AllCells

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah Level

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 98 Halaman Level

5.     Selanjutnya kita perhatikan DFD Level 2 Proses 2. Terlihat pada DFD tersebut bahwa method TampilLevel tidak memerlukan parameter. Proses tampil level hanya bisa dikelola oleh Admin saja.

Gambar 3. 99 DFD Level 2 proses 2

6.     Berikut function TampilLevel yang digunakan pada Module proses.vb.

Gambar 3. 100 Function TampilLevel

7.     Lalu kita tangani perpindahan menu beranda-level dengan kode program berikut.

Gambar 3. 101 Menangani perpindahan menu beranda-level

8.     Kemudian memanggil TampilLevel pada formLevel.

Gambar 3. 102 Memanggil TampilLevel

9.     Setelah itu jalankan aplikasi.

Gambar 3. 103 Halaman beranda

10.  Kita coba klik menu Level, maka akan muncul data level.

Gambar 3. 104 Halaman level

3.4.3   Tampil User

1.     Kita juga memiliki menu User, dimana menu ini untuk menampilkan data user. Maka kita buat formUser terlebih dahulu yang merupakan inherited dari MasterMenu. Beri nama dengan formUser.vb.

Gambar 3. 105 Membuat formUser

 

2.     Pilih MasterMenu lalu klik OK.

Gambar 3. 106 Pilih MasterMenu

3.     Selanjutnya susun objek kontrol pada formUser seperti berikut.

Gambar 3. 107 Menyusun objek kontrol

4.     Kemudian atur properties nya berdasarkan tabel berikut.

 

Tabel 3. 5 Mengatur properties form user

Object

Properties

Nilai

formUser

Text

Halaman User

Label1

Text

User

DataGridView1

Name

DG

AutoSizeColumnsMode

AllCells

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah User

 

Sehingga hasinya seperti berikut.

Gambar 3. 108 Mengatur properties

5.     Perhatikan DFD Level 2 Proses 3 berikut. Pada menu User ini dapat dikelola oleh Admin dan Petugas. Tetapi tampil user ini hanya dilakukan oleh Admin saja, tanpa memerlukan parameter.

Gambar 3. 109 DFD Level 2 Proses 3

6.     Berikut ini function TampilUser yang di bangun pada Module proses.vb.

Gambar 3. 110 Function TampilUser

7.     Lalu kita akan mengelola menuUser_Click di MasterMenu dengan mengklik dua kali pada menu User pada halaman MasterMenu.

Gambar 3. 111 Mengelola menu user

8.     Kemudian kita memanggil TampilUser di formUser dengan mengklik dua kali di formUser. Lalu masukkan kode program berikut untuk mengisi DataGridView DG dengan memanggil method TampilUser.

Gambar 3. 112 Memanggil TampilUser di formUser

9.     Berikut ini adalah tampilan menu User pada Admin.

Gambar 3. 113 Halaman user

3.4.4   Tampil Jenis

1.     Kita juga memiliki menu Jenis, dimana menu ini untuk menampilkan data jenis obat. Maka kita buat formJenis terlebih dahulu yang merupakan inherited dari MasterMenu. Beri nama dengan formJenis.vb.

Gambar 3. 114 Membuat menu Jenis

2.     Pilih MasterMenu lalu klik OK.

Gambar 3. 115 Memilih MasterMenu

3.     Selanjutnya susun objek kontrol pada formJenis seperti berikut.

Gambar 3. 116 Menyusun objek kontrol

4.     Kemudian atur properties nya berdasarkan tabel berikut.

Tabel 3. 6 Mengatur properties form jenis

Object

Properties

Nilai

formJenis

Text

Halaman Jenis Obat

Label1

Text

Jenis Obat

DataGridView1

Name

DG

AutoSizeColumnsMode

AllCells

Button 1

Name

btnTambah

Text

Tambah Jenis Obat

 

Sehingga hasinya seperti berikut.

 

Gambar 3. 117 Mengatur properties

5.     Perhatikan DFD Level 2 Proses 4 berikut. Pada menu Jenis ini Admin dan Petugas dapat mengakses, tetapi ada sedikit perbedaan. Admin diberikan akses untuk dapat melihat jenis obat melalui menu tersebut. Sedangkan Petugas tidak diberikan akses untuk mengklik menu tersebut. Petugas mengakses TampilJenis melalui combo box pada saat ingin menambahkan atau merubah data obat.

Gambar 3. 118 DFD Level 2 Proses 4

6.     Berikut ini function TampilJenis yang di bangun pada Module proses.vb.

Gambar 3. 119 Function TampilJenis

7.     Lalu kita akan mengelola menuJenis_Click di MasterMenu dengan mengklik dua kali pada menu Jenis pada halaman MasterMenu.

Gambar 3. 120 Mengelola menu Jenis

8.     Kemudian kita memanggil TampilJenis di formJenis dengan mengklik dua kali di formJenis. Lalu masukkan kode program berikut untuk mengisi DataGridView DG dengan memanggil method TampilJenis.

Gambar 3. 121 Memanggil TampilJenis di formJenis

9.     Berikut ini adalah tampilan menu Jenis pada Admin.

Gambar 3. 122 Halaman jenis obat

3.4.5   Tampil Catatan

1.     Kita juga memiliki menu Catatan, dimana menu ini untuk menampilkan data catatan. Maka kita buat formCatatan terlebih dahulu yang merupakan inherited dari MasterMenu. Beri nama dengan formCatatan.vb.

Gambar 3. 123 Membuat menu Catatan

2.     Pilih MasterMenu lalu klik OK.

Gambar 3. 124 Memilih MasterMenu

3.     Selanjutnya susun objek kontrol pada formCatatan seperti berikut.

Gambar 3. 125 Menyusun objek kontrol

4.     Kemudian atur properties nya berdasarkan tabel berikut.

Tabel 3. 7 Mengatur properties formCatatan

Object

Properties

Nilai

formCatatan

Text

Halaman Catatan

Label1

Text

Catatan

DataGridView1

Name

DG

AutoSizeColumns

AllCells

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 126 Mengatur properties

5.     Berikut ini function TampilCatatan yang di bangun pada Module proses.vb.

Gambar 3. 127 Function TampilCatatan

6.     Lalu kita akan mengelola menuCatatan_Click di MasterMenu dengan mengklik dua kali pada menu Catatan pada halaman MasterMenu.

Gambar 3. 128 Mengelola memuCatatan_Click

7.     Kemudian kita memanggil TampilCatatan di formCatatan dengan mengklik dua kali di formCatatan. Lalu masukkan kode program berikut untuk mengisi DataGridView DG dengan memanggil method TampilCatatan.

Gambar 3. 129 Memanggil TampilCatatan di formCatatan

8.     Berikut ini adalah tampilan menu Catatan. Catatan hanya bisa ditampilkan saja, oleh karena itu kita tidak perlu menambahkan button Tambah Catatan.

Gambar 3. 130 Halaman catatan

3.4.6   Tampil Obat

1.     Kita juga memiliki menu Obat, dimana menu ini untuk menampilkan data obat. Maka kita buat formObat terlebih dahulu yang merupakan inherited dari MasterMenu. Beri nama dengan formObat.vb.

Gambar 3. 131 Membuat menu Obat

2.     Pilih MasterMenu lalu klik OK.

Gambar 3. 132 Memilih MasterMenu

3.     Selanjutnya susun objek kontrol pada formObat seperti berikut.

Gambar 3. 133 Menyusun objek kontrol

4.     Kemudian atur properties nya berdasarkan tabel berikut.

Tabel 3. 8 Mengatur properties formObat

Object

Properties

Nilai

formObat

Text

Halaman Obat

Label1

Text

Data Obat

DataGridView1

Name

DG

AutoSizeColumns

AllCells

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah Obat

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 134 Mengatur properties

5.     Berikut ini function TampilObat yang di bangun pada Module proses.vb.

Gambar 3. 135 Function TampilObat

6.     Lalu kita akan mengelola menuObat_Click di MasterMenu dengan mengklik dua kali pada menu Obat pada halaman MasterMenu.

Gambar 3. 136 Mengelola menuObat_Click

7.     Kemudian kita memanggil TampilObat di formObat dengan mengklik dua kali di formObat. Lalu masukkan kode program berikut untuk mengisi DataGridView DG dengan memanggil method TampilObat.

Gambar 3. 137 Memanggil TampilObat di formObat

8.     Berikut ini adalah tampilan menu Obat.

Gambar 3. 138 Halaman obat

3.5    Menambahkan Data

3.5.1   MysqlCommand, ExecuteNonQuery, dan Function Eksekusi

1.     Pertama-tama kita buat terlebih dahulu deklarasi variabel myCmd dengan tipe data MySqlCommand dan deklarasi function Eksekusi yang mengembalikan nilai boolean pada koneksi.vb. karena disini kita akan menggunakan  class MySqlCommand.

Gambar 3. 139 Souce code dari koneksi.vb

3.5.2   Proses Tambah Level

1.     Perhatikan DFD Level 2 Proses 2 berikut. Tambah level ini mempunyai parameter yang berupa Data Level. Tabel level dari database ini mempunyai 2 atribut yakni idlevel dan level. Atribut idlevel tersebut merupakan Auto Increment sehingga pada tambah level tidak perlu diperhitungkan, dan hanya sisa atribut level saja yang akan kita bangun formnya.

Gambar 3. 140 DFD Level 2 Proses 2

2.     Kita buat form biasa artinya bukan inherited form untuk form tambah level ini dengan memilih menu PROJECT lalu klik Add Windows Form. Beri nama dengan formTambahLevel.vb. klik Add.

Gambar 3. 141 Membuat formTambahLevel

3.     Kemudian susun objek kontrol ke dalam formTambahLevel berikut.

Gambar 3. 142 Menyusun objek kontrol formTambahLevel

4.     Lalu atur properties nya menyesuaikan dengan tabel berikut.

 

 

Tabel 3. 9 Mengatur properties pada formTambahLevel

Object Control

Properties

Value

formTambahLevel

Text

Halaman Tambah Level

StartPosition

Center Screen

Label1

Text

Level

TextBox1

Name

txtLevel

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah

Button2

Name

btnBatal

Text

Batal

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 143 Mengatur properties pada formTambahLevel

5.     Selanjutnya kita buat method TambahLevel() pada Module proses.vb dibawah method TampilLevel().

Gambar 3. 144 Membuat method TambahLevel()

6.     Perhatikan formLevel berikut. Pada form tersebut terdapat btnTambah. Pada saat kita klik button tersebut, maka akan memunculkan formTambahLevel. Lalu untuk menambahkan kode programnya, kita klik btnTambah tersebut dua kali.

Gambar 3. 145 Design halaman level

7.     Maka akan otomatis akan muncul kode program sebagai berikut.

Gambar 3. 146 Kode program btnTambah_Click

8.     Kemudian masukkan kode program berikut untuk menampilkan formTambahLevel di dalam method btnTambah_Click tersebut.

Gambar 3. 147 Menambahkan kode program untuk menampilkan formTambahLevel

9.     Lalu kita akan memanggil method TambahLevel() dari btnTambah pada formTambahLevel. Sebelumnya kita klik dua kali terlebih dahulu pada btnBatal.

Gambar 3. 148 Design halaman tambah level

10.  Masukkan kode program berikut.

Gambar 3. 149 Memasukkan kode program

11.  Selanjutnya pada btnTambah kita klik dua kali, lalu masukkan kode program untuk memanggil procedure TambahLevel.

Gambar 3. 150 Memanggil procedure TambahLevel

12.  Kemudian, kita kosongkan TextBox pada formTambahLevel agar saat menambahkan data level selanjutnya, bekas isian sebelumnya sudah kosong atau tidak tersisa lagi pada TextBox. Kode program ini dibangun pada method formTambahLevel_Load.

Gambar 3. 151 Mengosongkan TextBox pada formTambahLevel

13.  Setelah itu jalankan aplikasi, masuk sebagai Admin.

Gambar 3. 152 Halaman beranda

14.  Lalu klik menu Level. Kemudian klik button Tambah Level.

Gambar 3. 153 Halaman level

15.  Maka akan diarahkan ke halaman Tambah Level.

Gambar 3. 154 Halaman Tambah Level

16.  Kita isikan data level tersebut. Setelah di isi, klik button Tambah.

Gambar 3. 155 Mengisi data level

17.  Maka akan muncul keterangan dibawah ini setelah berhasil ditambahkan.

Gambar 3. 156 Keterangan bahwa tambah level berhasil

18.  Setelah kita klik OK, maka langsung diarahkan ke halaman level, dan disana sudah terdapat data level yang baru saja kita tambahkan tadi.

Gambar 3. 157 Halaman level

3.5.3   Proses Tambah User

1.     Perhatikan DFD Level 2 Proses 2 berikut. Menu User ini dapat di kelola oleh Admin dan Petugas. Untuk proses Tambah user hanya dapat dilakukan oleh Admin saja. Kelola user ini diperlukan parameter yang berupa data user pada proses tambah user. Pada tabel user tersebut, terdapat beberapa atribut diantaranya iduser, idlevel, username, password, namauser, alamat, dan nohp. Adapun atribut iduser merupakan Auto Increment sehingga paramater yang digunakan yaitu idlevel, username, password, namauser, alamat, dan nohp.

Gambar 3. 158 DFD Level 2 Proses 3

2.     Kita buat form biasa artinya bukan inherited form untuk form tambah user ini dengan memilih menu PROJECT lalu klik Add Windows Form. Beri nama dengan formTambahUser.vb. klik Add.

Gambar 3. 159 Membuat formTambahUser

3.     Kemudian susun objek kontrol ke dalam formTambahUser berikut.

Gambar 3. 160 Menyusun objek kontrol formTambahUser

4.     Lalu atur properties nya menyesuaikan dengan tabel berikut.

 

 

 

Tabel 3. 10 Mengatur properties pada formTambahUser

Object Control

Properties

Value

formTambahUser

Text

Halaman Tambah User

StartPosition

Center Screen

Label1

Text

Nama

Label2

Text

Alamat

Label3

Text

No HP

Label4

Text

Username

Label5

Text

Password

Label6

Text

Level

TextBox1

Name

txtNama

TextBox2

Name

txtAlamat

TextBox3

Name

txtNoHP

TextBox4

Name

txtUser

TextBox5

Name

txtPass

UseSystemPasswordChar

True

ComboBox1

Name

CB

DropDownStyle

DropDownList

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah

Button2

Name

btnBatal

Text

Batal

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 161 Mengatur properties pada formTambahUser

5.     Selanjutnya kita buat method TambahUser() pada Module proses.vb dibawah method TampilUser().

Gambar 3. 162 Membuat method TambahUser()

6.     Kemudian masukkan kode program berikut untuk menampilkan formTambahUser di dalam method btnTambah_Click tersebut.

Gambar 3. 163 Menambahkan kode program untuk menampilkan formTambahUser

7.     Kita perlu menyediakan isi pada ComboBox CB pada formTambahUser agar dapat digunakan untuk menampilkan data level. ComboBox ini sudah seharusnya terisi data level ketika formTambahUser dimuat/dimunculkan. Maka dari itu, pengisian ComboBox CB dapat kita lakukan pada method formTambahUser_Load. Oleh karena itu, kita buat method tersebut dengan mengklik dua kali pada formTambahUser. Lalu masukkan kode program berikut dengan memanggil method TampilLevel.

Gambar 3. 164 Menyediakan isi pada ComboBox CB pada formTambahUser

8.     Setelah itu jalankan aplikasinya sebagai Admin. Pada menu User, klik Tambah User.

Gambar 3. 165 Halaman user

9.     Lalu akan diarahkan pada halaman tambah user berikut. Pada halaman ini terdapat beberapa level yang akan dipilih user sesuai dengan bidangnya.

Gambar 3. 166 Halaman tambah user

10.  Lalu kita akan memanggil method TambahUser() dari btnTambah pada formTambahUser. Klik dua kali terlebih dahulu pada btnTambah pada formTambahUser.

Gambar 3. 167 Memanggil method TambahUser() dari btnTambah pada formTambahUser

11.  Masukkan juga kode program berikut untuk btnBatal_Click.

Gambar 3. 168 Memasukkan kode program untuk btnBatal_Click

12.  Kemudian, kita kosongkan TextBox pada formTambahUser agar saat menambahkan data user selanjutnya, bekas isian sebelumnya sudah kosong atau tidak tersisa lagi pada TextBox. Kode program ini dibangun pada method formTambahUser_Load.

Gambar 3. 169 Mengosongkan TextBox pada formTambahUser

13.  Setelah itu jalankan aplikasi, masuk sebagai Admin. Lalu masuk ke menu User. Klik Tambah User.

Gambar 3. 170 Halaman user

14.  Maka akan diarahkan ke Halaman Tambah User.

Gambar 3. 171 Halaman Tambah User

15.  Isikan data user seperti berikut lalu klik Tambah.

Gambar 3. 172 Halaman Tambah User

16.  Maka akan muncul keterangan dibawah ini setelah berhasil ditambahkan.

Gambar 3. 173 Keterangan bahwa tambah data user berhasil

17.  Setelah kita klik OK, maka langsung diarahkan ke halaman user, dan disana sudah terdapat data user yang baru saja kita tambahkan tadi.

Gambar 3. 174 Halaman user

18.  Tampilan pada database pada tabel user sebagai berikut.

Gambar 3. 175 Tampilan database pada tabel user

3.5.4   Proses Tambah Jenis

1.     Proses tambah jenis hanya dapat dilakukan oleh Admin. Kita buat form biasa artinya bukan inherited form untuk form tambah jenis ini dengan memilih menu PROJECT lalu klik Add Windows Form. Beri nama dengan formTambahJenis.vb. klik Add.

Gambar 3. 176 Membuat formTambahJenis

2.     Kemudian susun objek kontrol ke dalam formTambahJenis berikut.

Gambar 3. 177 Menyusun objek kontrol formTambahJenis

3.     Lalu atur properties nya menyesuaikan dengan tabel berikut.

Tabel 3. 11 Mengatur properties pada formTambahJenis

Object Control

Properties

Value

formTambahJenis

Text

Halaman Tambah Jenis

StartPosition

Center Screen

Label1

Text

Jenis Obat

TextBox1

Name

txtJenis

TextBox2

Name

txtAlamat

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah

Button2

Name

btnBatal

Text

Batal

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 178 Mengatur properties pada formTambahJenis

4.     Selanjutnya kita buat method TambahJenis() pada Module proses.vb dibawah method TampilJenis().

Gambar 3. 179 Membuat method TambahJenis()

5.     Kemudian masukkan kode program berikut untuk menampilkan formTambahJenis di dalam method btnTambah_Click tersebut.

Gambar 3. 180 Menambahkan kode program untuk menampilkan formTambahJenis

6.     Lalu kita akan memanggil method TambahJenis() dari btnTambah pada formTambahJenis. Klik dua kali terlebih dahulu pada btnTambah pada formTambahJenis.




Gambar 3. 181 Memanggil method TambahJenis() dari btnTambah pada formTambahJenis

1.     Masukkan juga kode program berikut untuk btnBatal_Click.

Gambar 3. 182 Memasukkan kode program untuk btnBatal_Click

2.     Kemudian, kita kosongkan TextBox pada formTambahJenis agar saat menambahkan data jenis selanjutnya, bekas isian sebelumnya sudah kosong atau tidak tersisa lagi pada TextBox. Kode program ini dibangun pada method formTambahJenis_Load.

Gambar 3. 183 Mengosongkan TextBox pada formTambahUser

3.     Setelah itu jalankan aplikasi, masuk sebagai Admin. Lalu masuk ke menu Jenis. Klik Tambah Jenis Obat.

Gambar 3. 184 Halaman jenis obat

4.     Maka akan diarahkan ke Halaman Tambah Jenis Obat.

Gambar 3. 185 Halaman Tambah User

5.     Isikan data seperti berikut lalu klik Tambah.

Gambar 3. 186 Halaman Tambah Jenis Obat

6.     Maka akan muncul keterangan dibawah ini setelah berhasil ditambahkan.

Gambar 3. 187 Keterangan bahwa tambah data berhasil

7.     Setelah kita klik OK, maka langsung diarahkan ke halaman jenis, dan disana sudah terdapat data jenis yang baru saja kita tambahkan tadi.

Gambar 3. 188 Halaman jenis obat

3.5.5   Proses Tambah Obat

1.     Proses tambah jenis hanya dapat dilakukan oleh Admin. Kita buat form biasa artinya bukan inherited form untuk form tambah jenis ini dengan memilih menu PROJECT lalu klik Add Windows Form. Beri nama dengan formTambahJenis.vb. klik Add.

Gambar 3. 189 Membuat formTambahObat

2.     Kemudian susun objek kontrol ke dalam formTambahJenis berikut.

Gambar 3. 190 Menyusun objek kontrol formTambahObat

3.     Lalu atur properties nya menyesuaikan dengan tabel berikut.

 

 

 

Tabel 3. 12 Mengatur properties pada formTambahJenis

Object Control

Properties

Value

formTambahObat

Text

Halaman Tambah Obat

StartPosition

Center Screen

Label1

Text

Jenis Obat

Label2

Text

Nama

Label3

Text

Dosis

Label4

Text

Stok

Label5

Text

Harga (Rp)

ComboBox1

Name

CB

DropDownStyle

DropDownList

TextBox1

Name

txtNama

TextBox2

Name

txtDosis

TextBox3

Name

txtStok

TextBox4

Name

txtHarga

Button1

Name

btnTambah

Text

Tambah

Button2

Name

btnBatal

Text

Batal

 

Sehingga hasilnya seperti berikut.

Gambar 3. 191 Mengatur properties pada formTambahObat

4.     Selanjutnya kita buat method TambahObat() pada Module proses.vb dibawah method TampilObat(). Sebelumnya, method berbeda dengan method penambahan data yang sudah ada karena proses tambah obat ini disertai dengan proses penyimpanan history ke dalam tabel catatan, seperti DFD dibawah ini.

Gambar 3. 192 DFD level 2 proses 5

5.     Pada tabel obat memiliki atribut-atribut sebagai berikut.

Gambar 3. 193 Tabel obat

6.     Sedangkan tabel catatan memiliki atribut-atribut sebagai berikut.

1.     Berdasarkan penjelasan tersebut, kita akan membuat method TambahObat yang dimana selain menyimpan data ke tabel obat, juga menyimpan history ke dalam tabel catatan.

Gambar 3. 195 Membuat method TambahObat()

2.     Kemudian masukkan kode program berikut untuk menampilkan formTambahObat di dalam method btnTambah_Click tersebut.

Gambar 3. 196 Menambahkan kode program untuk menampilkan formTambahObat

3.     Selanjutnya menyediakan isi pada ComboBox CB pada formTambahObat. ComboBos ini digunakan untuk menampilkan data jenis obat. Untuk membangun method tersebut, kita klik dua kali pada formTambahObat lalu isikan kode program berikut dengan memanggil method TampilJenis.

Gambar 3. 197 Menyediakan isi pada ComboBox CB pada formTambahObat

4.     Jalankan aplikasi, lalu cek Jenis Obat di ComboBox pada halaman tambah obat.

Gambar 3. 198 Halaman Tambah Obat

5.     Lalu kita akan memanggil method TambahObat() dari btnTambah pada formTambahObat. Klik dua kali terlebih dahulu pada btnTambah pada formTambahObat. Lalu masukkan kode program berikut.

Gambar 3. 199 Memanggil method TambahObat() dari btnTambah pada formTambahObat

6.     Masukkan juga kode program berikut untuk btnBatal_Click.

Gambar 3. 200 Memasukkan kode program untuk btnBatal_Click

7.     Kemudian, kita kosongkan TextBox pada formTambahObat agar saat menambahkan data obat selanjutnya, bekas isian sebelumnya sudah kosong atau tidak tersisa lagi pada TextBox. Kode program ini dibangun pada method formTambahObat_Load.

Gambar 3. 201 Mengosongkan TextBox pada formTambahObat

8.     Setelah itu jalankan aplikasi, masuk sebagai Admin. Lalu masuk ke menu Obat. Klik Tambah Obat.

Gambar 3. 202 Halaman obat

9.     Maka akan diarahkan ke Halaman Tambah Obat.

Gambar 3. 203 Halaman Tambah Obat

10.  Isikan data seperti berikut lalu klik Tambah.

Gambar 3. 204 Halaman Tambah Obat

11.  Maka akan muncul keterangan dibawah ini setelah berhasil ditambahkan.

Gambar 3. 205 Keterangan bahwa tambah data obat berhasil

12.  Setelah kita klik OK, maka langsung diarahkan ke halaman obat, dan disana sudah terdapat data obat yang baru saja kita tambahkan tadi.

Gambar 3. 206 Halaman obat

13.  Lalu kita klik menu Catatan.

Gambar 3. 207 Halaman catatan

14.  Kemudian kita coba Petugas yang menambahkan data obat. Pada halaman obat tampilannya adalah sebagai berikut. Lalu klik Tambah Obat.

Gambar 3. 208 Halaman obat

15.  Maka akan diarahkan ke Halaman Tambah Obat.

Gambar 3. 209 Halaman Tambah Obat

16.  Isikan data seperti berikut lalu klik Tambah.

Gambar 3. 210 Halaman Tambah Obat

17.  Maka akan muncul keterangan dibawah ini setelah berhasil ditambahkan.

Gambar 3. 211 Keterangan bahwa tambah data obat berhasil

18.  Setelah kita klik OK, maka langsung diarahkan ke halaman obat, dan disana sudah terdapat data obat yang baru saja kita tambahkan tadi.

Gambar 3. 212 Halaman obat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTALL SSH SERVER

  Ketikan Perintah   apt-get install ssh Ketikan Perintah  nano /etc/ssh/sshd_config dan tampilan awalnya akan seperti ini : Pada PermitRootLogin diatur sesuai keinginan. Apabila menginginkan akses root pada ssh maka ketik yes dan apabila tidak ketik no Setelah itu masuk keputty lalu ketikkan ip ssh kita. jika berhasil masuk maka berhasil

INSTALL MAIL SERVER

  Mail server adalah aplikasi yang digunakan untuk mengirimkan e-mail. Sesuai dengan namanya sever mail yang merupakan pusan kendali e-mail, mail server senantiasa menerima pesan dari e-mail client yang berasal dari client, atau bahkan dari server e-mail lain.   Mail Serve biasanya dikelola oleh seorang yang biasanya dipanggil postmaster . Tugas dari postmaster adalah mengelola account, memonitor kinerja server, dan tugas administratif lainnya.   Proses pengiriman e-mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat e-mail di kirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user. apt-get install postfix courier-imap courier-pop kemudian akan muncul tampilan di bawah ini cd /e...

JENIS - JENIS ANCAMAN DARI CYBER CRIME

1. Cybercrime                    Perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi ( (Teguh Wahyono, S. Kom, 2006 ) 2. Karakteristik unik Kejahatan bidang TI u Ruang Lingkup kejahatan     B ersifat global (melintasi batas negara) menyebabkan sulit menentukan    yuridiksi  hukum negara mana yang berlaku terhadapnya.     Sifat Kejahatan Tidak menimbulkan kekacauan yang mudah terlihat (non-violence), sehingga ketakutan terhadap kejahatan tersebut tidak mudah timbul. u Pelaku Kejahatan Pelaku kejahatan ini tidak mudah didentifikasi, namun memiliki ciri khusus yaitu    pelakunya menguasai penggunaan internet / komputer. u Modus Kejahatan   Modus kejahatan hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengerti dan     menguasai bidang teknologi informasi. u Jenis Kerugian Kerugian...